Narcissus adalah putra Dewa sungai Cephissus Ibunya adalah seorang bidadari bernama Liriope. Ketika Narcissus masih kecil, seorang peramal (Tiresias) berkata kepada kedua orang tuanya bahwa anak mereka akan berumur panjang apabila tidak melihat dirinya sendiri.
Narcissus
memiliki wajah yang sangat rupawan, saking rupawannya hingga membuat
semua peri hutan terpesona dan jatuh cinta kepadanya, tak hanya para
wanita dan peri saja yang terpesona akan kerupawanannya, para dewa dan
pria-pun mengagumi ketampanan Narcissus. Narcissus menyadari hal ini dan
membuatnya bangga, sekaligus angkuh. Ia memang tak pernah merasakan
jatuh cinta, tapi ia senang bila orang lain tergila-gila padanya. Dan
bila ada wanita yang mabuk kepayang kepadanya, Narcissus menjadi semakin
angkuh. Hingga pada suatu ketika Hal ini mengusik Dewi Aphrodite yang tidak menyukai kesombongan Narcissus semacam itu.
Dikisahkan bahwa salah seorang peri yang mencintai Narcissus adalah bernama Echo
yang cantik jelita, namun sayang Echo tidak bisa berbicara selain
mengulang kata terakhir dari kalimat yang didengarnya. Echo jatuh Cinta
pada pandangan pertama ketika melihat Narcissus berjalan-jalan di hutan.
Tak pernah dalam hidupnya Echo melihat pemuda sesempurna dan setampan
Narcissus. Tapi karena malu untuk menghampirinya, Echo hanya berani
mengagumi ketampanan Narkissus dari balik semak, dan secara tak sadar
mengikuti langkah-langkah Narcissus. Sadar bahwa langkahnya diikuti dari
belakang oleh seseorang, dengan angkuh tanpa menoleh Narcissus
berteriak, "Siapa yang mengikutiku?" karena Echo tak bisa bicara dan hanya bisa mengulang kata terakhir yang di dengarnya maka Echo hanya bisa bicara...
"mengikutiku"….jawabnya…
"dimanakah engkau? Tunjukan dirimu" begitu Narcissus berkata kembali.
Namun Narcissus tidak mendengar ataupun melihat siapapun. "keluarlah" seru Narcissus kembali.
Bersamaan dengan itu Echo muncul, berlari kecil menghampiri Narcissus.
Tampaklah
seorang peri nan cantik jelita dihadapan Narcissus, kecantikan Echo
sangat luar biasa menakjubkan dan mempesona serasi dengan ketampanan
Narcissus apabila bersanding. Namun Meskipun kecantikan Echo sangat
mempesona dan menakjubkan, hal tersebut tidak cukup untuk melunakkan dan
menaklukan hati serta keangkuhan Narcissus. Dengan rasa bangga dan
kepongahan yang berlebihan Narcissus merasa puas karena ada seorang peri
yang memuja dan tergila-gila padanya karena Narcissus melihat
kilatan-kilatan cinta pada mata indah Echo yang berbinar-binar.
Serta merta dengan angkuhnya Narcissus berkata... "pergilah, kau pikir aku menyukaimu! Dasar Tolol...!" Ia-pun membentak Echo
"Tolol...!",
ulang Echo sambil menangis dan berlari menjauh. Hancur lebur, luluh
lantaklah hati Echo mendengar perkataan dari Narcissus. Kekagumannya
pada Narcissus berbuah hancurnya hati Echo.
Dewi Aphrodite tidak
dapat lagi mentolerir dan membiarkan sikap Narcissus yang seperti itu,
Dewi Aphrodite mengganggap sikap Narcissus tersebut menodai arti
ketulusan cinta. Dan bersumpah akan menghukum Narcissus.
Maka
hukuman sang Dewi Aphrodite-pun terjadi. Suatu hari ketika
berjalan-jalan di hutan Narcissus merasa dirinya sangat haus dan ingin
sekali minum. Jauh ia berjalan dan setelah berusaha mencari sumber mata
air, Ia-pun menemukan sebuah kolam kecil di tengah hutan. Airnya begitu
bening seperti kristal. Di bawah keteduhan pohon-pohon hutan, tempat itu
sedemikian tenang dan semua pemandangan di sekitarnya terbayang di
permukaan air yang jernih laksana cermin. Ketika Narcissus membungkuk
untuk minum, Ia melihat bayangan wajahnya sendiri. Pada saat bersamaan,
putra Dewi Aphrodite yang selalu taat perintah ibunya yaitu, Eros,
melepaskan anak panah Cinta yang menembus tepat di hati Narcissus.
Narcissus tidak menyadari bahwa wajah yang terpantul di air adalah
wajahnya sendiri. Dan tiba-tiba hatinya dipenuhi rasa cinta terhadap
pantulan wajah yang dilihatnya itu. Belum pernah ia melihat wajah
serupawan itu.
Narkissus
tak puas-puasnya memandang ke kolam, tangannya berusaha menyentuh
bayangan di air dan ia melihat bayangannya melakukan gerakan serupa.
Kemudian saat ia membungkukkan badan untuk menciumnya, bibirnya
menyentuh permukaan air dan membuat bayangan wajahnya seperti
berlipat-lipat. Ketika sekali lagi ia melakukan hal yang sama, kejadian
itu berulang lagi. Merasa kesal dan putus asa, ia tidak mau meninggalkan
tempat itu dan hanya berlutut di tepi kolam tanpa makan dan minum.
Hari-hari dan malam-malam berlalu dan Narcissus masih saja setia
memandangi bayangan wajahnya sendiri. Eros telah membuat pemuda yang tak
pernah mengenal arti cinta itu tergila-gila pada bayangan wajahnya
sendiri. Hari-hari berganti, lama-kelamaan tubuhnya semakin lemah dan
terus melemah, hingga ajal datang menjemputnya. Wajahnya yang pucat
membayang di permukaan air yang tenang.
Semua peri hutan meratap
sedih mendapati Narcissus tak bernyawa lagi. Yang paling berduka tentu
saja Echo. Ia duduk di samping Narcissus dan tak henti-hentinya menangis
sampai ia tertidur karena kelelahan.
Saat
ia terbangun keesokan harinya, tubuh Narcissus tidak terlihat lagi. Di
tempatnya sekarang tumbuh sekuntum bunga berbau harum, yang kemudian
disebut bunga Narsis (latin. amarylidaceae) . Saat ini bunga Narsis
kerap digunakan untuk upacara kematian dalam tradisi Yunani. Echo yang
tak mampu menahan kepedihan hatinya, berjalan tak menentu di dalam hutan
dan akhirnya meninggal karena duka cita yang mendalam. Tetapi suaranya
masih dapat kita dengar sampai sekarang. Cobalah berjalan di dalam hutan
atau pegunungan, dan berteriaklah. Suara peri cantik itu akan terdengar
mengulangi kata terakhir dari kalimat yang kita ucapkan.
Ada
sebuah versi lain yang mengatakan bukan Echo yang jatuh cinta kepada
Narcissus melainkan seorang pria bernama Ameinias. Kesal "dikejar-kejar"
Ameinias, Narcissus mengiriminya sebuah pedang sebagai hadiah. Kesal
karena cintanya ditolak Ameinias bunuh diri di hadapan Narcissus dengan
pedang yang dihadiahkan kepadanya. Sebelum bunuh diri, Ameinias mengutuk
Narcissus bahwa Narcissus jatuh cinta kepada bayangannya sendiri dan
dalam keputusasaannya Narcissus akan akan bunuh diri. Narcisuss adalah
subyek yang sangat popular dalam Roman art. Dalam Psikiatri Freudian dan
Psikoanalisis, Terminologi Narcissism merujuk pada tingkat Self-Esteem
yang berlebihan, suatu kondisi yang biasanya adalah bentuk dari
ketidakmatangan emosional.
Sumber : Wikipedia & www.achilles79.multiply.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar